Pak Djono 08123933971, Tukang Kaca Segala Merk Mobil di Denpasar, Bali,

DJono

Kuta, 22 Mei 2015

Hari ini kami selesai memasag kaca mobil KIA PIcanto tahun 2013 yang telah 2bulan lamanya pecah setelah menabrak pohon kayu. Sayang-nya bukan di dealer resmi KIA namun di sebuah bengkel yang sederhana, yang berlokasi di sempidi-Ubung.

Perihal kronologis bahwa seteleh mengalami pecah kaca bagasi, tanggal 7 April 2015 kami memesan ke dealer resmi KIA di Kelan, Jimbaran, dan secara verbal menginformasikan antara 1 – 4 minggu pesanan kaca kami akan datang dengan Harga Rp. 3.600.000, diluar ongkos pasang dan material. Dengan informasi seperti itu dan tidak ada opsi lainnya kami-pun memberikan DP sebear 1.000.000.

Setiap minggu secara intens mengkonfirmasi perihal pesanan kami, namun dari minggu 1-3 tidak ada jawaban, dan minggu ke 4 cukup mengejutkan informasinya bahwa barang belum bisa di dapatkan, dan jika tidak berkenan DP boleh diambil kembali. Sungguh mengejutkan dan mengecawakan statement tersebut, mengingat bengkel resmi saja sudah menyerah akan kondisi tersebut, apalagi consumer-nya.

Ditengah keputusasaan kami mendapatkan informasi bahwa ada bengkel kaca yang bisa membuat kaca mobil segala merk. Namanya Bengkel Kaca PAK Djono yang berlokasi seputaran puspem badung, sempidi, Ubung.

Mulanya ,overview dari bengkel dan lokasinya saya penilaian pribadi kurang percaya bapak Djono mampu mengerjakan, ditambah beliau menjanjikan menyelesaikan kaca tersebut dalam waktu 1 hari/ 12 jam saja dengan biaya keseluruhan Rp.1.250.000, catatan kaca tersebut bukan-lah kaca pecah 1000.

Apa boleh buat, tidak ada opsi selain membuat di tempat ini sembari penasaran akan hasilnya.

Keesokan harinya saya mengambil mobil dan hasilnya cukup bagus, dibandingkan dengan kondisi selama 2 bulan terakhir, seperti di gambar ini

Picanto1Picanto2Picanto3

Dari skala nilai 1-10, kami beri nilai 8 buat pekerjaan kaca pak Djono. Pas buat kondisi seperti kami yang tidak ada opsi lainnya. Sebagai referensi kami berikan pengalaman kami ini kepada pembaca, namun tetap kami rekomendasikan carilah sparepart yang asli terlebih dahulu, apabila tidak mendapatkan opsi di dealer tersebut, silakan pakai referensi kami ini.

Salam,

Advertisements

Dek Anto Pendit 081936161872, The Best Daihatsu Sales Agent di Tabanan, Bali

Dek-Anto-View

Sebatas share pengalaman kami, perihal membeli mobil kedua kami. Dari semua review mobil keluarga, kami sepakat memilih Mobil antara Toyota Avanza dan atau Daihatsu Xenia. Dari review bahwa kedua jenis kendaraan ini sama model, sama type, sama Spesifikasi, dan yang membedakan adalah Acesoris dan otomatis harganya mengikuti. Akhirnya kami memilih merek Daihatsu saja.

Kami memilih Daihatsu Xenia Type X, dengan Harga dasar Rp. 177 Juta-an pada bulan April 2015, namun ada potongan harga khusus yang diberikan oleh Dek Anto Pendit, salah satu sales Daihatsu di Tabanan, namun catatan tergantu promo dealer saat itu.

Dek Anto Pendit, adalah seorang Adik/sahabat sepermainan sejak kecil, sangat membantu memberikan informasi, secara sabar menerangkan keungulan keunggulan produk Daihatsu, tanpa sekalipun merendahkan kompetitornya. Memeberikan opsi opsi terbaik, seperti leasing, acsesoris tambahan, informasi lainya seputaran kendaraan, dan lain lain.

Sebagai referensi kami, silakan menghubungi Dek Anto Pendit di No Tlp. 081936161872. Untuk berkonsultasi mengenai pilihan kendaraan baru anda, kapanpun, dan dimanapun anda dek anto dengan senang hati akan membantu pembaca sekalian, dan silakan anda menilai sendiri asistance-nya.

Referensi ini sebagai ucapann terima kasih kami untuk Dek Anto Pendit atas informasi yang terbaik buat kami memilih kendarann Xenia, bukan karena ikatan persahabatan dan persaudaraan.

Berikut ini promosi terbaru dari Daihatsu:

Promo-Daihatsi--dekanto

Kuta, 22 Mei 2015

Nusa lembongan, 15 – 16 November 14

Wah,, sudah lama rasanya tidak update di blog ini,,dan baru kesapaian setelah beberapa pekan menghabiskan waktu dengan rutinitas kerja.

Kali ini kami mengulas perjalanan ke Nusa Lembongan, kabupaten klungkung, Bali. Pada tanggal 15 November 2014.

Bangun tidur kali ini tidak seperti biasa-nya, pagiii bener(jam6, biasanya masih molor juga jam 8:30 walaupun jam kerja jam 9:00) , meluncur ke pelabuhan sanur dgn motor Vario kesayangan,, teng tiba dilokasi jam 7.00 teng dan langsung pesan ticket fast boat paradise mushroom rp. 150.000 return untuk jadual berangkat jam 8:30.

Mengambil posisi duduk di belakang pilot kapal, dan ternyata salah tempat,, goncangannya cukup keras sehingga adrenalin ini jg terpacu mengikuti kuatnya goncangan naik turun speed boat menerobos ombak.( untungnya tidak muntah).

IMG_20141115_090341

20 menit kemudian sampailah kami di Mushroom Beach,,dan langsung ku samperin rental motor di pingir pantai deal dengan harga 100.000 per hari dan bensin penuh(katanya,, pdhl nda juga tuh) dengan pelat motor Tatia (sepertinya nama yng punya deh).

Langsung kami tancap gas ke lokasi kami menginap,, Tamarind Beach Bungalows, dan kami mengambil kamar type suite, yang sebelumnya telah dipesan oleh sohib ane Pak Praba, dengan harga yang reasonable kami pun langsung menyukai kamar ini.

Setelah menaruh pakaian kami pun langsung tancap ke jalan jalan lembongan ini,,

Tempat yang kami tuju adalah daerah Jungut Batu. Sedikit was was karena tidak ada penunjuk arah di sepanjang jalan, namun kami memang berencana untuk let’s get lost di pulau ini,,

Muter sana muter sini akhirnya sekitar 30 menit kami sampai di Jungut Batu,,yang kami lihat penataan penginapan dan restaurant yang langsung berhadapan dengan pantai,, kami pun menyusuri areal ini dan mengamati aktifitas pariwisata disini. Setelah puas dan capai berkeliling jalan kaki, kami pun bersiap melanjutkan perjalanan ke sebelah utara pulau,, dan mentok di hutan bakau, beberapa penduduk menawarkan untuk sewa jukung untuk mengelilingi hutan bakau, namun kali ini kami tidak berminat untuk mencobanya, dan dengan halus kami menolak.

Lanjut kami keliling untuk mencari lokasi jembatan yang terkenal itu,,Ceningan Bridge, yang menghubungkan nusa lembongan dan nusa ceningan. Sedikit tersesat akhirnya kami pun menemukan jembatan ini,,,he,,lucunya saat menyebrang kita harus gentian sama yang diseberang jembatan, dan klik,,sepertinya tau giliran siapa yang harus nyebrang duluan.

 

Kamipun menyeberang jembatan tersebut dan tiba di ceningan,, yang pertama cuma keliling saja,, nda ada yang special dari tempat ini,, lalu kamipun berbalik arah ke Nusa Lembongan.

Mengitari sebelah selatan pulau ini terpampang pantai yang cerah dan banyak ladang rumput laut, bau khas pantai tercium sangat menyengat,, dan secara tidak sengaja kami mememukan lokasi dimana ada deburan ombak yang sangat keras dan tak lupa mengabadikan momentnya, nah lokasi ini dekat dengan lokasi dreambeach.

berhubung panas sangat terik di nusa lembongan, kami kembali ke lokasi kami menginap, dan kami beristirahat hingga sore menjelang.

Jam 4:00 kami melanjutka rute yang siang tadi kami lewati, dan sekarang lebih PD karena sudah hafal jalan.

Tujuan kami adalah di lokasi jungut batu dimanana pelabuhan ini lebih banyak aktifitasnya dibandingkan mashroom beach, dan kami berjalan menyusuri patal pantai tersebut hingga paling ujung. Terdapat banyak café dan penginapan di sepanjang garis pantai, dan terlihat banyak abrasi, dan tembok runtuh. Akhirnya kami mengakhiri malam dengan makan malam di panorama view restaurant, yang berada tepat diatas bukit dari pelabuhan jungut batu. Kami memesan 1 pizza seafood dan garlic bread, beer dan softdrink, pertimbangan lokasi inilah yang paling menarik menurut kami.

Lalu kami menghabiskan waktu hingga jam 8:30 di lokasi dan rencana kembali ke penginapan.

Dalam perjalanan agak sedikit was was karena sangat gelap tanpa ada penerangan jalan ,, dan yang membuat deg degan sedikit adalah harus melewati areal kuburan. Pikirku aneh kr biasanya jarang ada kuburan di bali yang ada batu nisannya,, karena sudah keburu ngaben.

Akhirnya menghabiskan malam dengan tdur karena cape banget seharian berkeliling.

Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan untuk melihat sunrise,, eh ternyata nda dapat yang ada hanya melihat-lihat suasana di Panorama View,, dan menghabiskan waktu dengan “take pics’ disana,,,

ber2-@panoramaSmile-ber2

Kemudian kami ke arah nusa ceningan dan mencari lokasi untuk cliff jumping, namun tetep,, nda ketemu ketemu. Ya udah lain kali saja lah main kesini lagi,,

Ok kemudian kami kembali ke penginapan dan bersiap siap untuk ke Mashroom Bay untuk kembali ke Bali.

Fakta menarik liburan di daerah ini.

  1. Tempat yangbaik untuk hide sementara dari kesibukan , karena lokasi relative dekat dan biaya perjalanan tidak terlalu mahal.
  2. Biaya di nusa lembongan untuk makan dan transport relative normal mengikuti harga umum di pasaran seperti makanan dan kendaraan.
  3. Tidak ada penunjuk jalan yang jelas namun luas daerah ini kurang lebih 3km2, sehingga jangan takut untuk “get lost”.
  4. Mintalah peta di lokasi anda menginap sebagai acuan bepergian.
  5. Kalau cari penginapan di daerah mashroom bay saja, karena lebih bagus walaupun lebih sepi, jika dibandingkan dengan di dareah jungut batu selain ramai banyak terdapat abrasi di dekat lokasi.
  6. Tidak terdapatlokasi hiburan di malam hari, ya jadi anda harus mencari penginapan yang menyediakan café untuk nongkrong dimalam hari.
  7. Resiko berpergian di malam hari sangat tinggi, karena lampu penerang jalan tidak ada banyak, dan jalan yang banyak rusak. Disamping itu juga sepi.
  8. Tak lupa pakailan sunblock untuk mencegah kerusakan kulit, karena lokasi ini mempunyai suhu lebih panas.
  9. Tidak perlu khawatir akan kehabisan dana tunai, karena pada tempat tertentu telah ada atm sprt bri.
  10. Menghabiskan waktu di tempat ini janganlah lebih dari 2 hari, karena anda akan bosan, jadi waktu yang tepat adalah sabtu dan minggu untuk berlibur disini

Be your self,,,101008 (sepuluh oktober dua ribu delapan)

Hari ini aku teringat akan perayaan pernikahanku 6 tahun lalu,,10 oktober 2008,,

Saat itu hati ini penuh keraguan akan ini dan itu untuk persiapan perayaan,,karena dirayakan dengan cara sederhana,,tanpa persiapan yang matang,,,,ragu yang bercampur aduk membayangi hari hari menjelang perayaan tersebut,,

Namu satu wejangan yang saya dapatkan dari alm. Chef made budiarsa pendit menenangkan hati ini dalam menyambut hari penuh arti kami tersebut,,,

Wejangan-pak-de

Hingga saat ini masih selalu saya pakai sebagai pedoman dalam melakukan berbagai hal,,

thank’s chef,,,,,

by: widya laksana pendit

05102008 (Lima Oktober Dua Dibu Delapan)

Mentari hari ini mungkin tak sehangat saat itu
Desiran angin di balik pepohonan mungkin tak sesejuk saat itu
Tapi rasa ini masih seperti saat itu

05102008 (Lima Oktober Dua Ribu Delapan)

walau tawa tak selalu menghias
pedih dan luka terkadang mendekat
semua itu tak goyahkan ikrar kita

Maaf……
Aku belum menjadi sempurna buatmu
walau ….
kau telah menyempurnakan aku

untukmu….
yang telah bersamaku semenjak saat itu
sepatah kata yang ingin terucap
Terima kasih sudah memilihku

20141005_215530

by- Sagita on 5 October 2014

Pohon dengan kamen corak hitam putih

bw03

Bli,, kenapa pohon pohon besar itu diselimuti kain hitam putih,,? Trus kenapa disembahyangi,,? Trus kenapa dikasi sesajen,,? Apa ada penunggunya ya,,?

Beberapa pertanyaan seperti itu terucap dari beberapa kolega penulis saat kami bepergian ke beberapa daerah di Bali. Awalnya sekedar menjawab:,, ya emang kayak begitu dah,,, ada penunggunya kali,,, dan sesekali penulis-pun memberi jawaban karena pohonnya sudah berumur dan jadinya disakralkan,, heleh kelihatan banget odong nya,,,

Tergerak dari hal tersebut, penulis pun mencari apa alasan mengapa pohon besar tersebut di pakaikan selimut (disaputin) kain bercorak hitam putih.

Kembali ke dasar falsafah / hakekat dari ajaran hindu Bali adalah tri hita karana, yang berasal dari kata tiga penyebab terciptanya kebahagiaan manusia. Terciptanya kebahagiaan manusia ini adalah adanya hubungan yang selaras antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam, serta sesama manusia.

Bagi pohon pohon yang besar seperti beringin termasuk dalam kriteria hubungan manusia dengan alam, dimana fungsi pohon adalah sebagai penyaring udara dengan menghasilkan oksigen, sebagai penyedia makanan bagi hewan herbivora, menjaga kesuburan tanah, serta menahan laju air dan erosi, dan menjadikan lingkungan lebih nyaman.

Sedangkan kain hitam putih(poleng) dalam budaya bali merupakan symbol/expresi dari penghayaran Rwa Bhineda suatu konsep keseimbangan baik dan buruk.

Apabila kembali ke pertanyaan kenapa pohon besar diselimuti kain hitan putih dan di beri sesajen, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut adalah bentuk penghormatan manusia kepada alam sekitar dengan memperhatikan dampak baik buruknya perlakuan manusia terhadap alam dengan symbol pepohonan tersebut. Apabila alam dihancurkan dengan penebangan liar, akan mengakibatkan banjir, polusi, dan kepunahan berbagai habitat didalamnya, dan akan berdampak juga terhadap manusia itu sendiri, sehingga keseimbangan ini harus dijaga dengan bentuk penghormatan, serta diberikan symbol kain hitam putih pada pohon, dan juga pada benda benda tertentu.

Demikianlah konsep dari tri hita karana yang selalu di agung agungkan masyarakat Bali dalam menghadapi perkembangan globalisasi.

Mungkin saja dahulu masyarakat Bali menggampangkan jawaban dengan megatakan ada penunggunya, dan tenget (angker) dengan tujuan agar manusia tidak merusak/menebang pohon, sehingga kelestarian alam dapat terpelihara.

Sekian ulasan dari penulis, semoga bermanfaat bagi rekan blogger,,

 

salam

Rawon Be Cundang dan Siobak Singaraja @Warung Pak Kumis Kerobokan

Selasa, 19 Agustus 2014,

Gabung

Berdasarkan rekomendasi dari Pak Made Putrayasa, rekan kerja saya, mengenai tempat makan Siobak yang nikmat karena selama ini saya tidak dapat merasakan rasa sebenarnya Siobak itu.

Cekidot warungnya, berlokasi di Pasar Sengol Jalan Tangkuban Perahu setelah Lapas kerobokan kearah Marlboro st, Kuta Utara,,, Warung Pak Kumis ini telah buka sejak 9 tahun lalu (tahun 2005).

Pada kesempatan ini saya mencoba , dan menghilangkan rasa penasaran saya terhadap siobak singaraja dan rawon be cundang*(ayam Jago/aduan yang kalah bertarung) . Saya memesan sekaligus keduannya,,,sepertinya perut ini akan muat,,

Siobaknya pun boleh diadu rasanya bro,, yang terlihat kerupuk kulit Babi, jeroan, dan lemak kulit, yang dilmuruin saos berwarna cokelat, serta ada acar mentimun dan tidak ketingg alan irisan cabai rawit yang bikin panaaas,

Tidak seperti umumnya rawon yang kuahnya berwana hitam, si rawon be cundang ini mirip soto dan berasa banget,, sedikit pedas dan gurih,,rasa khas makanan Singaraja,,,dan daging ayamnya pun sangat lunak dan meresap bumbunya.

Sedikit informasi perporsi Rawon Be Cundang dan Siobak ini plus Nasi dan segelas teh masing masing seharga Rp. 15.000,,cukup kan buat kantong kita.

Bagi yang ingin mencoba silakan datang ke lokasi selain hari Minggu,,,buka dari jam 10:30 pagi dan tutup jam 21:00 malam,